Senin, 27 Juni 2016

Waekasar Lautan Pagar Nusa

WAEKASAR BANJIR PENDEKAR IPSNU PAGAR NUSA

SALAM 86 PAGAR NUSA JAYA
LAA GHOLIBA ILLABILLAH

  • Pagar Nusa punya gawe besar. Organisasi otonom Nahdlatul Ulama (NU) itu berencana menggelar apel akbar sepuluh ribu pendekar yang akan digelar di sejumlah daerah.
  • "Apel sepuluh ribu pendekar Pagar Nusa ini kami gelar di tujuh titik. Dimulai dari Lampung pada 31 Mei ini," ungkap Ketua Panitia apel sepuluh ribu pendekar Pagar Nusa Doddy Dwi Nugroho di Jakarta Rabu (25/5).
  • Menurut Doddy, kegiatan itu bukan sekadar ajang show off force bagi para pendekar Pagar Nusa. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menyolidkan komitmen para pendekar Pagar Nusa dalam membela Islam (NU) dan segenap bangsa Indonesia. "Ya, ini lebih dari sekadar pertunjukkan pendekar," tuturnya.
  • Tujuan pendirian Ikatan Pencak Silat NU atau Pagar Nusa memang untuk mengawal dan membentengi NU dan segenap bangsa Indonesia. Hal itu diamini Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj.
  • "Mengawal NU sebagai semangat agama, sebagai semangat keberagamaan kita. Kemudian mengawal NKRI sebagai semangat keberagaman bangsa Indonesia. Itulah Pagar Nusa," kata Said.
  • Dia juga menyebutkan hadist yang artinya: Barang siapa tidak punya tanah, tidak punya tanah air, tidak punya sejarah, maka tidak punya karakter.
  • "Sejarah itu dibangun di atas tanah. Kalau kita ingin mengukir sejarah, maka kita harus mencintai tanah air Indonesia," pungkasnya. (jos/jpnn)  
Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa menggelar apel dan pengajian akbar di Lapangan Merdeka, Sribhuwono, Lampung Timur, Selasa (31/5). Mereka menunjukkan kesetiaan terhadap negara melalui pertemuan akbar ini.

Acara bertema " Pagar Nusa Bela Bangsa dan Ulama" ini juga bersamaan pelantikan Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Provinsi Lampung dan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Timur, Pesisir Barat, Lampung Utara dan Kabupaten Waykanan.

Melalui Staf Ahli Bidang Sosial Kementerian Pertahanan RI Mayjen TNI Deny K Irawan, Menhan Ryamizard Ryacudu menyatakan, masalah bela negara bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertahanan, melainkan seluruh sumber daya manusia Indonesia.

"Tugas-tugas bela negara bukan hanya tanggung jawab TNI semata, tetapi melibatkan seluruh komponen masyarakat baik secara individu maupun organisasi," kata Menhan.

Suatu negara, lanjut Menhan, mengalami suatu proses sejarah yang terpecah belah karena tidak mampu menjaga kemajemukan. "Kita semua tidak menghendaki hal ini terjadi di bumi pertiwi Indonesia," ujarnya.

Untuk itu, kata Menhan, dibutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi memiliki kekuatan sikap mental dan perilaku cinta tanah air dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

"Saya mengajak segenap pimpinan pencak silat Pagar Nusa NU dengan para pendekar untuk bersama-sama senantiasa berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan peran dan profesinya masing-masing," tutup Menhan.

Ketua PP Pagar Nusa NU Ajengan Mimih Haeruman mengungkapkan, salah satu perumus Pancasila adalah putra Hadratus Syekh Hasyim Asyari KH Wahid Hasyim. "Jadi kita tidak perlu menawarkan membela negeri ini. Bagi kita, NU sudah jelas. Final NKRI, final Pancasila, final Undang-Undang Dasar 1945," seru Pengasuh Pesantren Manuk Heulang, Tasikmalaya.

Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faishal Zaeni menegaskan, NU sebagai ormas Islam terbesar di Indonesia siap mencegah aksi kelompok-kelompok yang berusaha melemahkan negara. "NU, pesantren, para pendekar dan kiai siap mengawal Pancasila dan NKRI," kata Helmy.

Helmy meminta pemerintah RI untuk bersikap tegas membubarkan ormas-ormas yang selama ini menolak Pancasila dan NKRI. "Pembiaran terhadap gerakan-gerakan subordinasi, gerakan-gerakan terorisme itu sama saja menumbuhkembangkan ajaran terorisme," katanya.

Acara apel dan pengajian akbar ini diikuti sedikitnya 10 ribu pendekar Pagar Nusa se-Provensi Lampung, dan dimeriahkan beragam atraksi di antaranya, memegang bom (mercon besar), dilindas truk, gerakan silat Magadir hingga berjalan di atas kobaran api.

Salam Pagar Nusa se-Nusantara, Laa Gholiba Illabillah ..
By . PSNU Pagar Nusa Cabang Kabupaten Buru/ Ranting Waekasar

1 komentar: